BELITUNG: superb beach

Pagi tadi 8/11/2007, aku mendapat missed call dari no telpon tak dikenal, pas aku telpon balik, tidak aktif. Beberapa saat kemudian telponku berdering lagi dan aku lihat nomornya sama dengan nomor yang tadi missed call. Seperti biasa, aku pikir pasti ini nomor agen asuransi, sales kartu kredit atau perusahaan pialang,...eh ternyata dari seorang perempuan muda, dan dia menanyakan apakah ini bang Rustam dari Belitong ? "Aok be, ini sape ye ? uje aku". "Ini aku, si..." ah lupa pula aku namanya...dan dia adalah kerabat dari Bu Muslimah.

"Haaaa...Bu Muslimah ?" Dalam hitungan detik, suara di telpon langsung berganti. "Iya Tam,...ape kabar ini Bu Mus. Agik ingat ke kau ? Ibu dapat nomor telpon kau dari adik Ibu, Bu Jum, nok waktu itu betemu kan kau de bandara". Ah benar2, setengah tak percaya,...aku mendapat telpon dari seorang guru yang mengajari aku di SD Muhammadiyah Gantung dari kelas 1 (1976) sampai kelas 6 (satu triwulan, 1982). Beliau benar-benar bu Muslimah yang pernah ada di acara Kick Andy Metro TV. Beliau sedang ada di Jakarta untuk kedua kalinya atas undangan Metro TV menghadiri acara dan penghargaan dalam rangka HUT PGRI.

Aku sedikit bingung harus cerita apa, karena masih sedikit tidak percaya bisa berbicara dengan seorang guru yang sangat aku hormati dan tidak pernah bertemu lagi sejak tahun 1982. Seorang guru yang sampai saat ini membuatku merasa bersalah dengan kata-kata beliau di saat terakhir aku keluar dari SD Muhammadiyah di tahun 1982. Waktu itu beliau bilang, "wah gimana yah Tam, sebenarnya ibu sudah mendaftarkan SD kita untuk ikut cerdas cermat dan kamu adalah sebagai juru bicaranya". Kata-kata itu begitu membuatkau merasa bersalah dan jika seandainya bukan karena mengikuti kepindahan orang tua, aku tentu saja akan tetap bertahan untuk membela nama baik sekolah di kejuaraan cerdas cermat antar SD di Gantung, waktu itu. Perasaan bersalah ini sampai sekarang membuat aku merasa berhutang kepada SD MUhammadiyah yang sudah tinggal kenangan itu.

Dalam percakapan telepon dengan Bu Mus, aku mencoba berbicara tentang orang-orang yang sama-sama masih kita kenal, dan beliau ternyata masih tetap kenal dengan sanak saudaraku di Gantong. Beliau juga masih ingat betul bahwa aku tidak menamatkan sekolah dasar di SD Muhammadiyah Gantung karena harus pindah ke Tanjungpandan pada triwulan pertama kelas 6 karena mengikuti kepindahan orang tua. Beliau benar-benar bu Muslimah,...yang begitu berkesan bagi Andrea Hirata,...dan juga bagi murid-murid yang lain seperti aku ini.

Hanya saja, sayang sekali kesibukan aku hari ini tidak memungkinkan untuk meluangkan waktu berkunjung ke tempat beliau di hotel Twink Plaza Tomang, sementara sore hari ini 8/11 beliau harus berangkat ke Yogyakarta untuk menghadiri acara penghargaan lagi. Sebagai mantan murid yang merasa begitu berhutang budi, aku rasa Andrea Hirata telah berbuat sesuatu yang besar, dimana tidak pernah ada seorang pun murid beliau yang menyangka bahwa Ibu Mus bisa mendapatkan apresiasi secara Nasional seperti sekarang ini. Sesuatu yang sangat layak beliau dapatkan bagi pandangan kami sebagai murid-murid beliau di awal tahun 80-an.

Terima kasih Bu Muslimah...
Terima kasih Andrea Hirata (walaupun saya tak kenal anda),..
Terima kasih untuk rekan-rekan yang sudah meluangkan waktu untuk baca.

Salam. Rustam Effendie
Mantan murid SD Muhammadiyah Gantung Belitung
http://rustameffendie.multiply.com
http://www.belitungisland.com


19 CommentsChronological   Reverse   Threaded
cabekriting wrote on Nov 8, '07
tadi saya kira pak Rustam member-nya Laskar Pelangi juga...hihihihi...
bikin tour laskar pelangi,pak di belitung ---- kaya tuor Da Vinci Code di Paris gitu...^_^
presidenri wrote on Nov 8, '07
pak rustam... saya sempat merinding baca blog-nya... :) ternyata ada hubungannya juga pak rustam dengan Bu Muslimah....

ayo dong ke belitong pak.... saya ikut!!!
roymn wrote on Nov 8, '07
Tam, it is a rare situation, gw jadi inget acaranya Kick Andi waktu wawancara ttg laskar Pelangi... it was touchy... you are lucky man, your next trip to belitung... you should visit her... salam buat Bu Mus...
rustameffendie wrote on Nov 9, '07
Blog diatas aku posting juga di milis belitungisland@yahoogroups.com dan komentar teman-teman membuat saya merasa betambah "feel guilty" karena kurang berusaha keras menemui beliau yang sudah meluangkan waktu untuk menelpon saya, walaupun beliau memang tidak minta untuk bertemu.

Sebenarnya aku memang ada rencana menemui belau, pas beliau balik dari Jogja, karena kemaren beliau sudah check-out dari hotel dan menginap di rumah saudaranya. Kebetulan kemaren aku juga meeting seharian di kantor, baru bisa balik ke rumah jam 11 malam.

Tapi karena email2 dari beberapa teman, pagi ini 9/11/07 aku baru saja nelepon lagi kemenakan beliau dan rupanya Bu Mus juga ada di situ. Mereka sekarang sedang ada di bandara akan berangkat ke Jogja untuk menerima penghargaan Aisyah Award. Cuma sayang, sepertinye habis dari Jogja Bu Mus akan langsung pulang ke Belitung. Tapi belau benar-benar berpesan kalau ke Gantong lagi, jangan sampai tidak singgah di rumah beliau.

Dalam pembicaraan telepon yang cukup singkat tadi pagi beliau sempat berkata, "Itu lah Tam, Ibu nih jadi semrawut ke sana ke sini gara-gara Andrea. Dulu waktu kalian sekolah ibu selalu mengajarkan kalau murid-murid harus pintar, eh pas udah pintar malah jadi kayak begini, bikin repot juga jadinya". Aku ketawa terbahak-bahak mendengarnya. Aku bilang "Yah Bu, menurutkan sebagai guru bukankah disitulah letak kebanggan Ibu". Beliau menjawab, "Iya sih Tam, tapi Ibu sebenarnye merase apa memang Ibu pantas menerima penghargaan di sana sini dan di sorot oleh begitu banyak media, rasa-rasanye ibu tidak pernah melakukan hal-hal yang luar biasa sebagai guru".

Agak tersentuh juga aku mendengar ucapan Bu Mus dengan kepolosannya. Tapi aku balik menghibur, "Begini Bu, ukuran apa orang layak mendapat penghargaan itu bermacam-macam. Tapi satu yang paling penting, bagi kam0-kami yang mantan murid Ibu, penghargaan itu sangatlah pantas karena sekolah kita dulu memang sekolah yang prihatin, ruang kelas cuma tiga dan tidak pernah penuh setiap tahun, tapi Ibu tetap menjalankan sekolah itu. Dan Andrea Hirata (si penulis novel Laskar Pelangi yang juga mantan murid Bu Muslimah) adalah contoh murid yang bisa membuktikan bahwa minimnya fasilitas sekolah bukanlah ukuran bahwa murid-murid yang dihasilkan akan tidak berkualitas".

Menyebut nama Andrea, beliau bertanya apakah aku senior atau junior nya si Andrea. Aku bilang aku menginggalkan sekolah itu tahun 1982. Beliau kurang ingat persis tahun berapa Andrea sekolah, tapi dia bilang sepertinya Andrea adalah junior saya karena pada saat dia bersekolah, SD Muhammadiyah bukan saja selalu kekurangan murid seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi bangunan yang hanya 3 ruang kelas itu sudah begitu rapuh. Itulah yang membuat ibu sering menangis waktu itu, seperti cerita-cerita di buku Andrea, walaupun mungkin tidak se dramatis seperti diceritakan di dalam novel Laskar Pelangi.

Memang kalau aku ingat-ingat, meskipun pada jamanku sekolah di SD Muhammadiyah dulu setiap tahun ada murid baru di kelas 1, tapi jumlahnya selalu menurun. Bahkan dulu di kelas ku, jumlah muridnya tidak lebih dari 25 orang. Padahal standar SD-SD negeri di Gantung waktu itu paling tidak satu kelas muridnya 30-40 orang. Kalau diantara rekan-rekan yang punya kerabat di Gantung yang pernah sekolah di SD Muhammadiyah, aku mencari orang-orang ini: Ranito, Totok, Sahrun, Hatta, Wawan, Iqbal, Upik, Yayan, Sipit, Mala, Yani, Lili, dll alumni tahun 1982. Tolong berikan nomor teleponnya kalau ada. Jadi kepikiran mau reunian nih !

Thanks buat yang baca dan komentar.
Salam. Rustam Effendie
http://rustameffendie.multiply.com
ka2ka wrote on Nov 9, '07
wahhhhhh berarti pak Rustam orang hebat sampe guru nya yng sudah lama gak ketemu aja masih dicari sampe sekarang :)) Memang guru adalah orang yang berjasa dalam mendidik dalam bidang pengetahuan !! seandainya aku juga di telpon ma guru SD * menghayal.com* ...
rustameffendie wrote on Nov 9, '07
ka2ka said
wahhhhhh berarti pak Rustam orang hebat sampe guru nya yng sudah lama gak ketemu aja masih dicari sampe sekarang :)) Memang guru adalah orang yang berjasa dalam mendidik dalam bidang pengetahuan !! seandainya aku juga di telpon ma guru SD * menghayal.com* ...
Thanks mas Kaka, iya sih guru yang satu ini memang sangat spesial karena seperti diceritakan dalam novel berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang juga murid Bu Muslimah, sekolah SD Muhammadiyah yang pernah beliau jalankan penuh dengan cerita tentang semangat di tengah keprihatinan.

Makanya salah satu murid beliau kebetulan berhasil mengeluarkan Novel yang kemudian disukai banyak orang, dan menurut rencana akan di-film kan.

Referensi bisa dilihat di sini:
http://sastrabelitong.multiply.com
http://www.kickandy.com/topik.asp?id=95
ka2ka wrote on Nov 9, '07
Thanks mas Kaka, iya sih guru yang satu ini memang sangat spesial karena seperti diceritakan dalam novel berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang juga murid Bu Muslimah, sekolah SD Muhammadiyah yang pernah beliau jalankan penuh dengan cerita tentang semangat di tengah keprihatinan.

Makanya salah satu murid beliau kebetulan berhasil mengeluarkan Novel yang kemudian disukai banyak orang, dan menurut rencana akan di-film kan.

Referensi bisa dilihat di sini:
http://sastrabelitong.multiply.com
http://www.kickandy.com/topik.asp?id=95
thanks !!
konefly wrote on Nov 9, '07
iya tuh saya juga nonton.....sayang bukunya dicariin tb garnmedia ga ada sudah pada habis..........!!!
Kenapa ya.......pengalaman masa SD sepertinya, pengalaman yang berkesan untuk kita2......????
alfiandejuda wrote on Nov 9, '07
Pa Rustam,
Saya sudah repply salamnya. Cuman dasar ndak becus yang namanya internetan, sepertinya ndak nyampe. Saya nimbrung disini saja. Ibu/bapak guru itu memang luar biasa disegalanya. Saya yang ndak kenal ibu Muslimah ikut jatuh cinta pada beliau ( mungkin saja banyak yang lain juga begitu, dan ini berkat om andrea sang pelopor). Ide ke Belitung bagus juga, Desember nanti kan ada libur yang lumayan kejepit. Sayangnya saya belum bisa, baru sebatas niat.(pengen ngerasain jadi kuli ngambat buat ongkos balik)
rustameffendie wrote on Nov 10, '07
Thanks atas response nya friends. Iya sih, bu Muslimah menjadi spesial karena situasi sekolah kami dulu memang memprihatinkan, tidak seperti sekolah-sekolah yang dibiayai oleh PT Timah atau sekolah Negeri. Sudah fasilitas jelek, SPP nya mahal pula karena namanya juga sekolah swasta, dana nya ya dari iuran sekolah murid2 nya. Satu-satunya motivasi orang tua memasukkan anaknya ke SD Muhammadiyah yang dipimpin Bu Muslimah pada jaman saya adalah karena sekolah ini diharapkan memberikan porsi pendidikan agama yang lebih baik.

Bu Muslimah layak mendapat apresiasi karena semangat beliau untuk melanjutkan keberadaan sekolah itu, dan saya kira semangat itulah yang secara tidak langsung diajarkan beliau dan dikenang oleh murid-muridnya.
presidenri wrote on Nov 13, '07
knock.. knock... kapan bikin hunting ke belitong lagi pak?
rustameffendie wrote on Nov 14, '07
knock.. knock... kapan bikin hunting ke belitong lagi pak?
Boz Tito, enaknya awal tahun depan karena untuk saat ini cuaca sangat tidak bersahabat, hujan dan mendung terus di Belitung katanya. Hayo kita kumpulin temen2 yang mau ke sana, nanti saya atur se low budget mungkin.
suprie1983 wrote on Dec 11, '07
wah gak nyangka pak rustam sekolah di novel yang lagi rame di omongin itu ...


PRF
rustameffendie wrote on Dec 11, '07
wah gak nyangka pak rustam sekolah di novel yang lagi rame di omongin itu ...


PRF
Iya Prie, sekalian numpang ngetop
wieldan wrote on Jan 14
Bang Rustam, salam kenal. Jadi kpn mau diadain TOUR Laskar Pelangi-nya bang??
damelsae wrote on Feb 29
Maksih bang Rustam dah invite sya. Tahu g bang, dosenku kmrin bru saja cerita ttg laskar pelangi. Dari cerita beliau aku tersentuh bnget.....klo bsa minta almat web tentang laskar pelangi....yg full satu buku....
kuntarini wrote on Mar 9
Maksih bang Rustam dah invite sya. Tahu g bang, dosenku kmrin bru saja cerita ttg laskar pelangi. Dari cerita beliau aku tersentuh bnget.....klo bsa minta almat web tentang laskar pelangi....yg full satu buku....
Beli aja mas, dijadiin koleksi.

Gak nyesel deh..... Much better than Paulo Coelho.....

Aku juga beliin 1 set (3 buku) buat anak pembantuku spy dia termotivasi belajar
niwanda wrote on Mar 25
Wah kesempatan langka dapat diajar oleh guru seperti Bu Muslimah Pak...
bambangsutrisno wrote on Jun 24
guru memang banyak beri inspirasi dan motivasi bagi muridnye, terutame guru sd karena mereka adalah peletak dasar dari ilmu pengetahuan, yg nanamkan nilai, norma, dan yg buka jendela dunie. Salut u/ org2 yg ndk lupa kan jase guru2ny. Salam buat semue guru2, khusus bagi Pak Sahruddin di Gantung, yg isak ngajar d SD Aik Ruak. Smoga sehat slalu, la lamak ndk ktemu, mdh2an sehat skeluarge.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help